SUARNATA MEMBERI ARTI PADA KENANGAN

Gagasan dan ungkapan kreatif Nyoman Suarnata bersumber dari realitas kehidupan yang sangat akrab dengan diri sang seniman. Karya seni rupa Suarnata mengulurkan renungan dan penghayatan atas sebentuk dunia yang pernah begitu dekat di hati pada masa silam, namun kini telah ditinggalkan oleh perjalanan waktu yang tak kenal berhenti.

Suarnata menyuling beraneka pengalaman, catatan, dan kesaksian yang terasa personal mengenai sosok-sosok dari dunia fantasi kanak-kanak yang pernah menghangatkan hari-hari silamnya, kemudian mentransformasikannya menjadi gubahan visual estetik yang unik. Pada Suarnata, penciptaan seni menjadi suatu upaya telaten untuk terus-menerus melakukan pemaknaan atas segi-segi kehidupan pribadi seniman. Itulah proses yang kelak diulang oleh pemirsa lukisan melalui interpretasi dan apresiasi, sehingga karya seni mendapatkan eksistensinya sebagai sebuah kehadiran yang sarat makna.

Lukisan-lukisan mutakhir Suarnata berbicara tentang suatu pencarian terhadap arti kenangan. Subjek lukisannya adalah figur-figur dari dunia kartun yang pernah sangat populer di banyak negeri pada masa silam: Donal Bebek, Mickey Mouse, Doraemon, Naruto dsb. Pada masanya, mereka adalah pahlawan-pahlawan yang hidup di hati berjuta anak (juga orang dewasa) di seluruh penjuru dunia. Kedatangan mereka selalu ditunggu-tunggu dengan antusias. Mereka tampil dalam berbagai media: tayangan televisi, komik, stiker, mainan, boneka dll. Kehadiran mereka selalu memberikan kegembiraan.

Karya Nyoman Suarnata di pameran daring Art Moments Jakarta Online-Offline 3 (AMJOO 3)

Suarnata menghadirkan figur-figur pembawa kegembiraan itu secara ironis. Mereka digambarkan dalam kondisi yang kurang menggembirakan. Mereka tampak usang, lusuh, berkarat, pudar, terkelupas, bahkan koyak-koyak. Masa kejayaan mereka sepertinya telah usai. Kini mereka seperti terbuang, terabaikan, tersingkir ke pojok dekil berdebu dan berjamur. Mereka aus, tergilas roda zaman yang terus melaju.

Tokoh-tokoh kartun terkenal seolah terkucil di dunianya sendiri dalam lukisan Suarnata. Minions, The Simpsons, Superman dan kawan-kawan adalah produk budaya massa yang dibuat manusia untuk menghibur dirinya. Namun, dalam lukisan Suarnata, mereka tampak seperti kehilangan kekuatan menghibur. Seperti kehilangan makna. Mereka seperti telah ditinggalkan para penggemar yang dahulu memuja mereka. Tampang dan tingkah mereka lebih mendatangkan rasa iba ketimbang suasana ceria.   

Namun, biar pun dalam keadaan sudah buram, kedaluwarsa, dan “habis”, figur-figur fantasi itu tetap terlihat bersemangat. Ada getar daya hidup yang terasa menapasi kehadiran mereka yang tidak sempurna lagi. Mereka seakan menolak dilupakan. Mereka seperti berkeras untuk tetap berarti. Mereka menolak mati.

Figur-figur dalam lukisan Suarnata adalah kiasan tentang kenangan: sesuatu di masa silam yang tak bisa dikuburkan karena selalu bangkit di masa kini. Kenangan adalah tentang sesuatu yang begitu berarti sehingga tidak terhapuskan oleh perjalanan waktu.

“Bagi saya, menghadirkan kesan mainan berkarat sangatlah menarik karena kesan karatan itu selalu identik dengan perjalanan waktu dan kenangan,” tutur Suarnata tentang karyanya. “Mainan yang terbuang dan teronggok sering tampak bagaikan portal waktu. Kita dibawanya ke kenangan ketika mainan itu dahulu mewarnai hari-hari kita. Mainan yang terbuang dan berkarat adalah gambaran kenangan tentang sesuatu yang tidak mungkin akan bisa terulang lagi. Dia akan selalu menceritakan kisahnya, mengajak kita berdialog. Karat yang menempel padanya adalah kisah tentang perjalanan waktu.”

Karya Nyoman Suarnata

Seri lukisan terbaru Suarnata menggaungkan upaya untuk memberi arti pada kenangan. Karya-karyanya mengajak kita untuk menghargai masa silam yang tersimpan di pojok ingatan. Jika masa kini hanya datang dari masa silam, maka menghargai masa silam berarti merawat masa kini.

Galeri Zen1 Denpasar menampilkan karya-karya terbaru Nyoman Suarnata dalam pameran bertajuk Nostalgic di pekan raya seni rupa Art Moments Jakarta Online-Offline 3 (AMJOO 3). Pameran luring digelar pada 9 Juni di Art:1 New Museum, Jakarta. Pameran daring berlangsung pada 10 Juni – 31 Agustus 2022 di www.artmomentsjakarta.com.

ARIF BAGUS PRASETYO

Penulis, penerjemah, dan kurator seni rupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.