MENCICIPI LONTONG BALAP DI DENPASAR

Pernah ke Surabaya?

Satu kuliner khas yang melegenda dari Surabaya adalah lontong balap. Makanan ini terdiri dari lontong, sayur tauge kuah, tahu goreng, dan lentho. Sederhana, tapi segar dan sedap.

Lentho yang bulat-bulat mirip perkedel itu merupakan kelengkapan wajib lontong balap. Bahan utamanya kacang tolo dan singkong. Meski tidak wajib, sering pula lontong balap ditemani sate kerang.

Kenapa namanya lontong balap?

Konon, dulu para pedagangnya berlomba-lomba berjualan. Siapa yang datang lebih pagi biasanya paling laris. Makanya orang menyebutnya “lontong balap”. Artinya jelas: pedagang lontong yang balapan berjualan.

Versi lain menyebutkan, dahulu lontong balap tidak dijual dengan gerobak dorong. Penjualnya memakai gentong besar untuk menampung kuah dan bahan-bahan lain. Karena gentong itu berat, penjualnya harus berjalan cepat seperti orang balapan.

Meski asli Surabaya, lontong balap tak hanya bisa dijumpai di Kota Pahlawan. Di Denpasar juga ada. Tepatnya di kompleks pertokoan Kertha Wijaya, Jalan Diponegoro, Denpasar. Di sana Anda akan melihat warung gerobak dorong lontong balap yang selalu ramai pengunjung ketika jam makan siang.

Sang penjual lontong balap, Sutiani, sudah lima belas tahun menawarkan kuliner top kota Surabaya itu di jantung ibu kota Bali. “Awalnya agak sulit berjualan menu khas Surabaya ini di Denpasar. Selera masyarakat Bali berbeda,” ujarnya mengakui.

Sekarang situasinya sudah lain. Penggemar lontong balap di Denpasar makin banyak. Warung gerobak lontong balap Sutiani buka jam 10 pagi. Jam 2 atau 3 sore seringkali sudah tutup – karena dagangannya ludes.

Ciri khas lontong balap adalah sensasi petis khas Surabaya. Tak heran, Sutiani harus “mengimpor” petis dari ibu kota Jawa Timur. “Saya punya langganan petis khusus yang didatangkan dari Surabaya. Bahan yang lain didapat di Bali,” ujarnya.

Untuk berjualan lontong balap, Sutiani menghabiskan 10-15 kg tauge dan 500 potong tahu setiap hari. Pada hari libur, produksinya lebih banyak.

Sebagai makanan nabati, lontong balap tentu sehat. Menu sederhana ini juga dijamin tidak menguras kantong Anda.

Penasaran? Coba saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.